Friday, May 14, 2010

Sedih tak berujung? Just not yet :)

masih ingat, sebuah lagu dari Glenn Fredly, sedih tak berujung? kalo udah rada2 lupa, mungkin lirik ini bisa sedikit menyegarkan ingatan
:)

-=-=-=-
Sedih Tak Berujung

Saat menjelang hari-hari bahagiamu
Aku memilih tuk diam dalam sepiku
Saat mereka tertawa di atas pedihku
Engkau cintaku yang telah pergi tinggalkanku

Aku tak peduli, sungguh tak peduli

Inilah jalan hidupku

Chorus:

Kini aku kau genggam hatiku
Simpan di dalam lubuk hatimu
Tak tersisa untuk diriku
Habis semua rasa di dada

Selamat tinggal kisah tak berujung

Kini ku kan berhenti berharap
Perpisahan kali ini untukku
Akan menjadi kisah sedih yang tak berujung

Chorus:

Kini aku kau genggam hatiku
Simpan di dalam lubuk hatimu
Tak tersisa untuk diriku
Habis semua rasa di dada



-=-=-=-

entah bagaimana memaknai lagu ini, akupun kurang begitu tahu. aku hayalah penikmat musik dan penggemar glenn :)
tapi, makna sebuah lagu bagi tiap orang pasti beda dengan orang lain. semua tergantung dengan kondisi mental, suasana hati dan lingkungan seseorang. dengan kondisiku saat ini, aku mengambil makna dari lagu ini, bahwa sebuah kisah berubah menjadi sebuah kisah sedih yang tak berujung ketika sang cinta telah mendekati hari bahagianya dengan orang lain...

aku saat ini menyukai, menyayangi, dan mencintai seorang wanita luar biasa. dia wanita yang gigih mengejar mimpinya, tekun dalam pekerjaannya dan memegang teguh cita-citanya. wanita yang paling kubutuhkan untuk menjadi pendamping ku menuju masa tua, dan sosok ibu yang ideal bagi anak2ku. dia akan mendidik anak2ku dengan sifat2 positif, menyeimbangkan segala kenegatifan dan kekurangan yang ku miliki.
ya, dia adalah wanita yang luar biasa. dia tak pernah berhenti memotivasi dan memberikan dukungan kepadaku. dia adalah sedikit dari manusia yang masih memandang diriku dalam masa2 terkelamku.
dulu, dia selalu mendorongku dari belakang. lalu, ia membimbingku dari samping, kemudian menarikku dari depan. semua dia lakukan agar aku dapat berubah menjadi pria yang lebih baik. sayang, aku adalah pria yang terlalu bebal, semua dorongan, bimbingan dan tarikannya tidak dapat merubahku.
ya, aku sadar aku bebal, lamban dan kurang berinisiatif. dia telah memberiku momentum, aku tinggal meneruskannya tapi aku tetap berhenti di tempat yang tak seharusnya, tak mampu melepaskan ikatan2 yang membelenggu, hingga untuk melangkah pun aku akhirnya ragu...
aku tahu dia lelah, hingga akhirnya memilih jalan terahir, meninggalkanku.
apakah dia benar2 meninggalkanku? entahlah, hanya dia yang tahu. tapi tidak bagiku. dia memang berlari meninggalkanku, tapi terkadang ia masih menoleh kebelakang, seolah memanggilku, "ayo lari, kejar aku kalau kau memang menginginkanku". cara memberikan motivasi yang paling ekstrim memang, tapi mungkin bagi orang sepertiku, itu adalah sesuatu yang harus dia jalani.
ya, sampai akhir dia masih memikirkan yang terbaik untukku.
wahai wanita masadepanku. kukatakan padamu, kasih sayangku masih sama seperti ketika ku pertamakali menyatakannya padamu. ku sadar, pertemuan kita baru terjadi beberapa kali, tapi itu sudah cukup bagiku untuk mengukirkan wajahmu di tebing hati.
wanita masadepanku. bagiku dirimu masih menjadi sebuah kisah indah, ku belum akan menyerah hingga di hari bahagiamu kelak kau memutuskan untuk menjalaninya tanpa ku.
ini aku, genggamlah hati ku. simpan dimanapun kau mau. perpisahan kali ini bagiku, akan menjadi cambuk untuk menjadi yang lebih baik. aku berjanji akan mengejarmu, tunggulah aku di ujung jalan itu kalau kau masih mau, tapi jika tidak, ketika tiba saaatnya kelak tolong sampaikan padaku, jangan sampai berita baik itu kudengar dari orang lain :)

No comments:

Post a Comment